Hai, apakah sahabat proxima pernah jalan jalan keluar negeri? Di Indonesia ketika seseorang bisa bepergian keluar negeri tentu akan dianggap prestise/ kemewahan tersendiri. Padahal masih banyak obyek wisata di Indonesia yang bisa dikunjungi, namun persepsi masyarakat bahwa kaum berada wajib hukumnya untuk bepergian keluar negeri walaupun ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura atau Thailand.

Nah ketika sahabat berjalan jalan diluar negeri selain berfoto foto sebagai bukti eksis di dunia maya tentu tak lepas dari salah satu ritual ini. BELANJA. Ya betul, belanja. Belanja diluar negeri mungkin bagi beberapa orang akan memberikan sensasi tersendiri, entar sensasi menawar dengan Bahasa tubuh (karena mungkin terkendala Bahasa alias ga nyambung waktu nawar), atau kebanggaan karena membeli barang dari luar negeri, atau bahkan kepuasan karena membeli barang dari luar negeri walaupun itu hanya sebuah gantungan kunci yang suatu saat dengan bangga akan dikatakan “ini beli dari negara Singapore loh…”, atau yang paling sederhana karena barangnya relatif lebih murah daripada produk serupa yang dijual didalam negeri.

Faktor barang yang “katanya” lebih murah inilah yang mendorong beberapa dari mereka untuk berbelanja di luar negeri baik itu untuk konsumsi pribadi maupun sebagai oleh oleh sehabis melancong. Tapi kenapa barang diluar negeri ini kadang bisa lebih murah dari barang yang dijual di Indonesia? Bagaimana perlakuan atas barang belanjaan kita ketika kita bawa ke Indonesia? Simak terus ya pembahasan ini…

KEWAJIBAN PENUMPANG KETIKA DATANG DARI LUAR NEGERI

Ini hal yang harus diperhatikan pertama kali ketika kita pulang sehabis bepergian dari luar negeri. Ketika didalam pesawat sesaat sebelum mendarat pramugari biasanya menyebarkan sebuah selebaran atau formulir mengenai data diri kita dan beberapa pernyataan yang harus kita bawa. Dokumen atau formulir ini lazim disebut CUSTOMS DECLARATION (CD). Bagaimana bentuk CD ini? Dalam artikel sebelumnya LOH BAWA UANG SENDIRI KE INDONESIA KOQ DISURUH BAYAR???? sudah proxima tampilkan bagaimana bentuk CD itu, kalau lupa ini proxima tampilkan lagi bagaiamana bentuk CD tersebut.

CD tersebut akan dijadikan acuan bagi petugas bea cukai dalam melakukan pemeriksaan, apakah penumpang akan masuk jalur merah atau jalur hijau. Nah sistem kepabeanan di Indonesia yang menganut azas self assessment (melaporkan sendiri) mewajibkan kita melaporkan apa saja yang kita bawa kedalam lembar formulir tersebut.

Siapa saja yang wajib mengisi CD? CD wajib diisi oleh penumpang dan awak sarana pengangkut (ASP). Penumpang disini hanya penumpang yang datang dari luar negeri ya… jadi untuk penumpang domestic TIDAK mendapatkan/ mengisi CD. Awak sarana pengangkut disini adalah setiap orang yang karena sifat pekerjaannya harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkut.

Isilah CD tersebut termasuk didalamnya barang bawaan yang kita bawa. Lalu bagaimana kalau ada koper atau barang lain yang tidak datang bersama dengan penumpang?

Definisi barang bawaan disini adalah :

  1. Tiba bersama dengan Penumpang atau ASP, atau
  2. Tidak Tiba bersama dengan Penumpang (barang dikirim melalui Kargo atau Jasa Titipan), dapat diselesaikan dengan dokumen PIBK (Pemberitahuan Impor Barang Khusus) dengan ketentuan :
    • Paling lama 30 (tiga puluh) hari sebelum kedatangan Penumpang atau ASP , atau
    • Paling lama 15 (lima belas) hari setelah kedatangan Penumpang atau ASP,
    • Menyerahkan Paspor dan Boarding Pass (dalam hal Boarding Pass hilang, dapat digantikan dengan Passenger List dari Maskapai Penerbangan).

Tetapi harap dicatat barang bawaan ini TIDAK termasuk BARANG DAGANGAN. Yang dimaksud barang dagangan adalah :

  • barang yang menurut jenis, sifat dan jumlahnya tidak wajar untuk keperluan pribadi;
  • barang yang diimpor untuk diperjualbelikan;
  • barang contoh;
  • barang yang akan digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong untuk industri;
  • barang yang akan digunakan untuk tujuan selain pemakaian pribadi.

PROSEDUR KEPABEANAN TERHADAP PENUMPANG DAN ASP DI TERMINAL KEDATANGAN

  • Penumpang dan ASP wajib memberitahukan seluruh barang bawaannya dengan cara mengisi Formulir Customs Declaration (BC.2.2), ini bisa sahabat isi didalam pesawat sesaat sebelum mendarat atau sesaat setelah mendarat sebelum melewati pos pemeriksaan pabean;
  • Formulir yang telah diisi secara lengkap dan benar wajib menyerahkan kepada Pejabat Bea dan Cukai pada saat akan dilakukan pemeriksaan pabean;
  • Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan barang menggunakan X-Ray Scanner;
  • Apabila diminta Pejabat Bea dan Cukai untuk membuka barang bawaan, Penumpang dan ASP wajib mematuhi permintaan agar Pejabat Bea dan Cukai dapat melakukan pemeriksaan pabean;
  • Petugas Bea dan Cukai dapat melakukan pemeriksaan badan (body check) terhadap penumpang apabila ada kecurigaan;
  • Nah kalau barang bawaannya termasuk barang yang terkena aturan larangan dan pembatasan maka Penumpang dan ASP wajib menyerahkan dokumen perijinan dari Instansi terkait;
  • Setelah semua beres maka dengan persetujuan Pejabat Bea dan Cukai Barang bawaan Penumpang atau ASP dapat dikeluarkan.

BAGAIMANA KETENTUAN PERPAJAKAN ATAS BARANG BAWAN PENUMPANG ??

Sebelum kita bahas mengenai ketentuan perpajakan ada baiknya proxima sampaikan bahwa pada dasarnya barang bawaan yang diperoleh dari luar negeri itu akan diperlakukan sebagai barang impor, karena itu ketika dibawa masuk ke Indonesia maka atas barang tersebut akan terutang bea masuk dan atau pajak impor.

Wah lalu gimana donk kalau semuanya kena bea masuk? Tenang disini ada fasilitas pembebasan baik itu untuk barang bawaan penumpang maupun ASP. Besaran pembebasan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Untuk barang bawaan penumpang :

  1. Barang Pribadi Penumpang yang nilainya :
    • Maksimal FOB USD 250,- (dua ratus lima puluh dolar US) per orang, atau
    • Maksimal FOB USD 1,000,- (seribu dolar US) per keluarga (maksimal 4 orang),
      dibebaskan dari kewajiban pembayaran BM dan PDRI, sedangkan atas kelebihannya dipungut BM dan PDRI;
  2. Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif bea masuk tertinggi jika barang lebih dari 3 jenis;
  3. Barang Pribadi Penumpang berupa sigaret atau hasil tembakau lainnya dan minuman mengandung etil alkohol diberikan pembebasan BM dan Cukai untuk setiap orang dewasa maksimal :
    • 200 (dua ratus) batang sigaret, 25 (dua puluh lima) batang cerutu, atau 100 (seratus) gram tembakau iris/hasil tembakau lainnya,
    • dan 1 (satu) liter minuman mengandung etil alkohol;
    • Terhadap kelebihan jumlah Barang Kena Cukai akan langsung dimusnahkan;
  4. Fasilitas Pembebasan BM dan PDRI tidak berlaku untuk barang dagangan.

Untuk barang bawaan awak sarana pengangkut :

  1. Barang Pribadi ASP yang nilainya kurang dari FOB USD 50,- (lima puluh dolar US) per orang, dibebaskan dari kewajiban pembayaran BM dan PDRI, sedangkan atas kelebihannya dipungut BM dan PDRI;
  2. Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif bea masuk tertinggi jika barang lebih dari 3 jenis;
  3. Barang Pribadi ASP berupa sigaret atau hasil tembakau lainnya dan minuman mengandung etil alkohol diberikan pembebasan BM dan Cukai untuk setiap orang dewasa maksimal :
    1. 40 (empat puluh) batang sigaret, 10 (sepuluh) batang cerutu, atau 40 (empat puluh) gram tembakau iris/hasil tembakau lainnya, dan
    2. 350 (tiga ratus lima puluh) liter minuman mengandung etil alkohol;
    3. Terhadap kelebihan jumlah Barang Kena Cukai akan langsung dimusnahkan.
  4. Fasilitas Pembebasan BM dan PDRI tidak berlaku untuk barang dagangan.

Nah kan sudah jelas bagaimana perlakuan terhadap barang bawaan kita ketika datang dari luar negeri…. Intinya bawalah barang barang seperlunya, jangan kalap berbelanja di luar negeri karena seolah oleh barang tersebut lebih murah dari di Indonesia. Barang tersebut lebih murah karena belum dikenakan Bea Masuk dan/ atau pajak impor.

Untuk panduan mengenai pelancong anda dapat mengunduh aplikasi panduan pelancong yang telah disediakan oleh Bea Cukai dengan cara klik banner dibawah ini. Sekian semoga sahabat proxima mendapat tambahan ilmu dan ketika mempunyai rejeki bisa berlibur dan berbelanja di luar negeri agar dapat mengetahui kewajiban atas barang barang yang diperoleh dari luar negeri.

Apa Komentar Anda tentang Penanganan Barang Kiriman Dari Luar Negeri, Apa Saja Yang Harus Diketahui??


Leave a Comment