BOLEHKAH SAYA IMPOR KOSMETIK UNTUK SAYA PAKAI SENDIRI ?

Hai sahabat proxima, apa kabar? Semoga kesehatan dan kesuksesan selalu menyertai sahabat semua. Setelah kemarin PROXIMA membahas mengenai prosedur pengiriman barang nah kali ini PROXIMA akan membahas mengenai aturan salah satu barang yang sering dibeli secara online dari luar negeri.

Siapa sih yang ga ingin terlihat cantik, dengan kulit putih bersih, wajah bersinar? Tentu kaum hawa khususnya sangat menginginkan tampilan semprna seperti ini. Untuk mencapai tampilan yang sempurna tak jarang mereka menggunakan berbagai macam jenis kosmetik, mulai dari pemutih wajah, foundation, bedak, lipstick dan berbagai macam kosmetik dari berbagai merek. Tentunya untuk mendapatkan kosmetik ini rata rata dari pasar maupun took kosmetik. Namun bagi beberapa masyarakat ada yang memiilh untuk memesan langsung dari luar negeri dengan alasan barang tesebut tidak tersedia di Indonesia atau tertarik dengan salah satu iklan yang muncul pada saat mereka berbelanja di toko online.

Lalu bagaimanakah aturan mengenai kosmetik ini?

Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap barang yang akan memasuki wilayah Indonesia akan diperiksa terlebih dahulu oleh Bea Cukai. Hal ini sesuai dengan salah satu tugas Bea Cukai berdasarkan misi yang diemban yaitu melindungi masyarakat Indonesia khususnya dari barang barang berbahaya.

Barang impor sendiri secara garis besar dibedakan menjadi barang yang bebas untuk di impor dan barang yang memerlukan ijin khusus untuk dimasukkan/ diimpor ke Indonesia. Kosmetik sendiri bedasarkan peraturan dari instansi lain WAJIB melampirkan Surat Keterangan Impor (SKI) dari BPOM. Nah untuk saat ini BPOM TIDAK  menerbitkan SKI untuk perorangan. Jadi kesimpulannya kita tidak bisa mengimpor/ membeli kosmetik dari luar negeri baik untuk kepentingan pribadi apalagi untuk dijual ulang.

Kosmetik Palsu

Nah kenapa sih Bea Cukai menahan importasi kosmetik? Seperti yang dijelaskan diatas Bea Cukai dalam menjalankan tugasnya banyak menerima aturan titipan dari instansi lain termasuk dari BPOM. Tentu ada alasan mengapa BPOM melarang pembelian kosmetik dari luar negeri, salah satunya adalah untuk melindungi konsumen/ masyarakat sendiri, contohnya peredaran kosmetik palsu. Bagi kita yang tidak mengerti bahan bahan kimia tentu sangat berbahaya apabila menggunakan kosmetik palsu, salah satu efek jangka pendeknya kulit mengelupas dan kemerahan bahkan sampai menimbulkan infeksi kulit lainnya. Jangka panjang apabila sering terpapar zat zat berbahaya antara lain kanker. Zat zat berbahaya seperti timah, tembaga, merkuri, arsen, cadmium, dan lainnya apabila berada di atas ambang batas keamanan tentu sangat berbahaya bagi tubuh.

Komposisi zat zat berbahaya antara lain :

  • Merkuri/ Hg. Hal ini termasuk logam berat yang berbahaya bagi tubuh. Pada kulit bisa menyebabkan bintik hitam, alergi, dan iritasi ringan, hingga berat. Merkuri tidak dapat diurai tubuh, menembus lapisan kulit dan dan menumpuk pada ginjal. Pada paparan jangka pendek saja bisa menyebabkan diare, dan kerusakan paru-paru, sementara pada pemakaian jangka panjang bisa merusak ginjal dan otak. Merkuri masih bisa ditemukan pada beberapa produk kosmetik ilegal, yang seringkali bahkan tidak memiliki keterangan dalam bahasa Indonesia. 
  • Hidroquinon. Zat ini termasuk obat keras. Di luar negeri sudah dilarang penggunaannya. Tetapi di Indonesia masih ditolerir hingga batas toleransi 2%. Paparan hidroquinon bisa menyebabkan iritasi kulit sehingga menjadi merah, terbakar. Lebih lanjut bisa menyebabkan kerusakan ginjal, kanker darah dan kanker hati. 
  • Pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Zat Pewarna K.3; zat warnan sintetis yang umumnya ada pada industri tekstil dan bersifat karsinogen. 
  • Lemak dan segala turunannya yang berasal dari hewan yang diharamkan. 
  • Kolagen yang berasal dari hewan yang diharamkan. 
  • Elastin yang berasal dari hewan yang diharamkan. 
  • Ekstrak plasenta yang berasal dari hewan yang diharamkan atau dari manusia. 
  • Amnion (ketuban) yang berasal dari hewan yang diharamkan. 
  • Gelatin yang berasal dari hewan yang diharamkan. 
  • Chivet atau hormon dari kelenjar-kelenjar yang berasal dari hewan yang hukumnya haram atau najis.

Nah untuk lebih aman dalam memilih kosmetik perhatikan hal hal berikut ini :

  1. Periksa apakah ada label BPOM. Produk dengan label BPOM telah melalui pemeriksaan keamanan dan kesehatan
  2. Perhatikan langkah pemakaian produk
  3. Periksa tanggal kadaluarsa
  4. Terdapat produsen yang jelas

Nah mengejar kecantikan jangan sampai melupakan kesehatan ya, salam satu PROXIMA

 

Apa Komentar Anda tentang Bolehkah Saya Impor Kosmetik Untuk Saya Pakai Sendiri ?


Leave a Comment