BERPACARAN VIA ONLINE, WANITA INI TERTIPU PULUHAN JUTA

Niat hati ingin mencari pria idaman sebagai pasangan tetapi malah musibah yang didapatkan. Sekilas itulah yang terjadi kepada Mawar (bukan nama sebenarnya). Kejadian bermula ketika Mawar yang gemar bermain sosial media ini berkenalan dengan seorang pria dari luar negeri sebut saja namanya Greg (bukan nama sebenarnya). Awal mula perkenalan keduanya dari sebuah jejaring sosial yang cukup ternama. Komunikasi keduanya pun terjalin dengan intens, baik melalui laman sosial media, email, maupun telepon online. Bahkan Greg terkesan romantis dengan beberapa kali mengirimkan hadiah kecil baik itu pernak pernik lucu khas negaranya maupun hadiah kecil lainnya.

Kesan supel inilah yang membuat Mawar semakin yakin bahwa Greg adalah pujaan hatinya. Keduanya pun mengikrarkan diri sebagai pasangan kekasih dan Mawar tak canggung mengenalkan Greg ke orang tuanya sebagai pacarnya walaupun dalam dunia nyata mereka belum pernah bertemu. Komunikasi yang terjalin hanya melalui media online maupun telepon.

Suatu saat Greg mengirim hadiah ulang tahun pacaran mereka berupa beberapa barang mewah diantaranya smartphone mahal, laptop dan beberapa puluh gram perhiasan emas. Mawar pun berbunga bunga menerima kiriman hadiah dari Greg. Nomor tracking tak lupa diberikan Greg kepada Mawar dan berpesan agar selalu memantau posisi kiriman hadiahnya melalui sebuah laman tracking barang kiriman. Setiap hari Mawar memantau pergerakan kiriman tersebut sampai pada suatu hari kiriman tersebut sampai di Jakarta dan mendapat status “Processed by Customs

Sehari dua hari Mawar masih setia menunggu hadiah dari pujaan hati hingga pada hari ke tujuh dia menerima telepon dari orang yang mengaku sebagai petugas bea dan cukai dan terjadilah percakapan seperti dibawah ini

Petugas : “Selamat siang ini dengan Mawar?”
Mawar : “Iya ini dari siapa ya?”
Petugas : “Saya dengan bapak H*** petugas Bea Cukai Soekarno Hatta, anda mendapat kiriman dari Bapak Greg dengan nomor resi xxxxxxx. Paket ini berisi satu smartphone, satu laptop dan lima puluh gram emas dalam bentuk anting anting, gelang dan kalung. Didalamnya juga ada uang 1000 Dollar”

Mendengar penjelasan petugas tentu saja Mawar senang tak terkira, kekasih hatinya begitu baik memberikan hadiah tersebut sebagai bukti cintanya.

Mawar : “Oh sudah sampai ya pak, syukurlah, lalu dimana saya bisa ambil atau akan dikirim kerumah?”
Petugas : “Kiriman akan dikirimkan kerumah ibu. Tetapi saya jelaskan bahwa kiriman ibu ini melebihi batas yang boleh dikirimkan dan barang yang ada didalamnya termasuk barang mewah jadi akan dikenakan pajak, apalagi ada uang tunai didalamnya.”
Mawar : “Loh jadi saya harus bagaimana?”
Petugas : “Ini pajaknya harus dibayar bu dalam waktu 3 hari, kalau tidak ibu akan dikenakan denda dan akan dilaporkan kepada petugas yang berwajib karena ibu melanggar undang undang. Uang disini bisa dikategorikan tindakan pencucian uang apabila ibu tidak dapat menunjukkan bukti bahwa uang ini benar benar milik ibu”
Mawar : “Loh pak itu kan kiriman dari pacar saya, itu hadiah buat saya.”

Penjelasan petugas ini membuat Mawar menjadi was was, takut bahwa petugas akan datang. Disisi lain Mawar baru pertama kali mengalami hal ini.

Mawar : “Jadi saya ngurusnya bagaimana pak?”
Petugas : “Ibu bayar dulu pajaknya, dalam hitungan kami total tagihannya sejumlah dua puluh juta rupiah, bayarnya ke bank XXXX atas nama XXXXXX”
Mawar : “Itu nama siapa pak di rekening?”
Petugas : “Itu nama Kepala Kantor Bea Cukai, nanti kalau sudah transfer silahkan ibu email atau SMS ke nomor +628xxxxxxxxx. Setelah pembayaran pajak kami terima kiriman ibu akan kami antar ke alamat ibu.”
Mawar : “Baiklah pak, nanti setelah transfer akan saya kabari”

Bayangan hadiah yang berlimpah dan cintanya kepada Greg membuat Mawar segera melakukan transfer ke rekening yang diberikan oleh petugas tersebut. Semua berjalan normal, komunikasi antara mawar dan Greg berjalan sepertu biasa. Pun demikian proses konfirmasi paket kiriman dengan petugas bea cukai juga berjalan wajar dan cepat. Mawar kagum dengan pelayanan yang luar biasa dari petugas tersebut.

Sehari berlalu, seminggu, sebulan paket yang ditunggu tak kunjung datang. Laman pengecekan status kiriman juga masih belum menunjukkan perubahan masih dalam status proses pengiriman. Karena khawatir kirimannya hilang Mawar mendatangi kantor Bea Cukai untuk menanyakan status barangnya. Sesampainya disana Mawar mendatangi bagian Layanan Informasi. Namun setelah di cek ternyata paket kiriman tersebut tidak pernah ada

“Ini bu silakan lihat pada aplikasi kami, paket dengan nomor resi ibu tidak ada dalam database kami. Ini ibu bisa lihat sendiri” terang petugas yang melayani Mawar sambal menunjukkan layar computer yang menampilkan data paket kiriman.

“Lalu bagaimana uang yang saya setor pak?” Tanya Mawar mulai gelisah

“Ini dari Greg pacar saya, saya sudah kenal baik dengan dia. Tidak mungkin dia menipu saya,s ebelumnya saya sudah sering menerima hadiah dan ga ada masalah. Baru kali ini ditahan Bea Cukai, dan saya juga sudah bayar pajaknya. Bagaimana ini? Uang itu sangat besar buat saya pak….Pasti ada yang salah, tolong dicek lagi pak, saya mohon. Pasti terselip atau gimana, soalnya saya yakin kiriman Greg itu ada disini, saya juga sudah ditelpon petugas Bea Cukai dan petugas itu menjelaskan isi kiriman saya dan cocok dengan barang yang dikirimkan Greg kepada saya…” lanjut Mawar dengan mata berkaca kaca

“Mohon maaf ibu, ibu menjadi korban penipuan. Kami hanya bisa membantu sampai pengecekan barang ibu dan ibu lihat sendiri didalam data kami paket ibu ini tidak ada. Saran saya segera buat laporan ke Kepolisian untuk proses lebih lanjut. Dan nama yang ibu sebut tadi tidak ada juga di kantor ini maupun dalam database pegawai kami. Jadi nama itu bukan petugas bea cukai” Lanjut petugas tesebut.

Mawar langsung lemas mendengar penjelasan, uang dua puluh juta melayang. Seketika itu Mawar menghubungi Greg namun semua saluran komunikasi telah diputus. Pertemanan di dunia maya sudah di blokir, begitupun saluran lainnya. Kini Mawar sendirian kehilangan uang dan juga pria dambaan hatinya yang ternyata penipu

Kisah diatas mungkin terdengar seperti cerita FTV atau cerita karangan lainnya, tapi sayangnya kisah diatas adalah rekonstruksi kejadian nyata dimana seorang perempuan menjadi korban penipuan online. Lalu bagaimana cara kita mencegahnya?

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau kita sebut Bea Cukai selalu mewanti wanti masyarakat agar berhati hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Berbagai saluran baik melalui website, social media facebook dan twitter maupun contact center 1500225 terus digaungkan Bea Cukai sebagai sarana bagi masyarakat untuk bertanya, berkonsultasi maupun melaporkan kejadian yang berkaitan dengan kegiatan Bea Cukai.

Penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai memang bukan hal baru tetapi masih sering terjadi dan tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban. Satuproxima memberikan panduan agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan selanjutnya.

Modus apa yang biasa dipakai penipu untuk menjerat korbannya?

  1. Pada umumnya penipu menggunakan saluran SOSIAL MEDIA seperti twitter, facebook, maupun social media lainnya.
  2. Pelaku berupaya untuk KENAL DEKAT dengan korban baik via telepon, bertukar foto, atau bahkan mengenalkan korban kepada orang tua pelaku (yang tentunya semua rekayasa)
  3. Pelaku akan MENGIRIMKAN HADIAH DALAM NOMINAL KECIL dan semua LANCAR. Hal ini untuk menumbuhkan rasa kepercayaan korban terhadap pelaku
  4. Tidak jarang pelaku MENJALIN HUBUNGAN dengan korban, misalnya pacaran, tunangan atau lainnya
  5. Setelah pelaku mendapat kepercayaan korban, maka pelaku akan “MENGIRIMKAN” hadiah dalam JUMLAH BESAR kepada korban. Disini biasanya akan timbul masalah BEA CUKAI
  6. Korban akan menerima telepon dari oknum yang mengaku dari petugas BEA CUKAI bahwa barangnya ditahan dan diharuskan membayar pajak dalam nominal tertentu.
  7. Korban hanya diberikan WAKTU TERBATAS/ SINGKAT untuk melunasi tagihan, kadang disertai ANCAMAN apabila korban tidak mau mengurus.
  8. Oknum tersebut TIDAK AKAN PERNAH MAU BERTEMU dengan korban dengan berbagai alasan. Oknum kadang bersedia bertemu di kantor namun pada akhirnya akan dibatalkan dengan berbagai alasan
  9. Rekening yang digunakan adalah REKENING PRIBADI (menggunakan nama pribadi, bukan institusi)
  10. Untuk mengelabuhi korban pelaku juga membuat WEBSITE PELACAKAN KIRIMAN PALSU, sebagai sarana korban melakukan pengecekan AWB.

Setelah mengetahui modus yang sering digunakan pelaku penipuan kini satuproxima akan memberikan tips akan terhindar dari upaya penipuan tersebut.

  1. Pastikan anda KENAL dengan pengirim (disini masih tahap pertama, karena pada umumnya pelaku sudah mendekatkan diri dengan korban)
  2. Untuk mengecek paket kiriman selalu pastikan NOMOR AWB tersebut ASLI, cara yang paling sederhana adalah dalam AWB biasanya tertera nomor PENERBANGAN PESAWAT.
  3. Pastikan kebenaran AWB dengan menghubungi kantor pos apabila melewati pos atau ke KANTOR BEA CUKAI terdekat apabila AWB anda tidak jelas.
  4. Apabila ada oknum yang mengaku sebagai petugas bea cukai silakan catat NAMA dan NIP oknum tersebut untuk dilakukan konfirmasi kebenaran data.
  5. Pembayaran Bea Masuk dan pajak impor SELALU disetorkan ke kas negara BUKAN KE REKENING PRIBADI
  6. Petugas Bea Cukai TIDAK PERNAH secara aktif menghubungi anda baik melalui nomor telepon maupun nomor handphone
  7. Untuk memastikan kiriman anda benar dan untuk konfirmasi petugas yang menghubungi anda, anda bisa menghubungi contact center Bea Cukai di Nomor 1500-225, atau anda dapat memention official twitter @beacukaiRI atau facebook www.facebook.com/ DitjenBeaCukai

Dengan melihat angka 5, sudah dapat dipastikan apabila pembayaran diminta disetorkan ke rekening pribadi dapat dipastikan bahwa itu upaya PENIPUAN

Sekian semoga akan selalu terhindar dari upaya penipuan, terutama yang mengatasnamakan Bea Cukai.

Salam satuproxima….

Apa Komentar Anda tentang Berpacaran Via Online, Wanita Ini Tertipu Puluhan Juta


MasDirjen

01 April 2016

Sangat edukatif dengan dibalut setting cerita sederhana.... Luar biasa ProXIMa... ????

econk

03 April 2016

ayeeee masdirjen....komunikatif n informatif :)

Leave a Comment