Bea Cukai Kediri Jadikan Acara Halalbihalal Sebagai Momentum Untuk Memperkokoh Integritas

Kediri (13/06/2018) – Bertempat di Aula Media Center Lantai 3 Kantor Bea Cukai Kediri, diadakan acara halalbihalal Idul Fitri 1440 Hijriyah yang dihadiri oleh seluruh pejabat dan pegawai. Tema yang diangkat pada acara ini yaitu : Idul Fitri Sebagai Momentum Untuk Memperkokoh Integritas Dalam Meraih Kemenangan Dunia Akhirat, dan mengundang Ustadz Ahmad Syauqi Dosen IAIN Tulungagung sebagai pembicara.

Kepala Kantor Bea Cukai Kediri dalam sambutannya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri serta mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh Pejabat dan Pegawai Kantor Bea Cukai Kediri. Beliau berpesan agar semangat Idul Fitri dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja dan memperkokoh integritas saat bertugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Selesai sambutan acara dilanjutkan dengan pemberian ceramah motivasi dari Ustadz Ahmad Syauqi Dosen IAIN Tulungagung. Membuka materi cerahmnya beliau menyampaikan bahwa halalbihalal merupakan tradisi khas Islam Indonesia yang lahir dari sebuah proses sejarah untuk membangun hubungan yang harmonis antar sesama. Istilah halalbihalal berangkat dari kalimat 'thalabu halal bi thariqin halal' yang artinya mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan hubungan dengan cara mengampuni kesalahan. Seiring berjalannya waktu menjadi tradisi yang berketerusan hingga kalangan masyarakat dan dimaknai sebagai acara bermaaf-maafan di Hari Raya Idul Fitri.

“Kata Id dalam Idul Fitri berasal dari bahasa Arab dari kata ‘ada-ya-‘udu, suatu kata yang sama artinya dengan kata tobat, yakni kembali. Hanya, jika tobat berarti kembalinya seseorang kepada Tuhannya, ‘id adalah kembali ke tempat atau pada keadaan semula. Artinya, sesuatu yang pada mulanya berada pada suatu keadaan, tetapi kemudian meninggalkannya, lalu kembali seperti semula. Dengan demikian, Idul Fitri bermakna kembali kepada fithr/fitrah (asal kejadian atau kesucian),” ujarnya.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa dalam Alquran fitrah manusia terbebas dari dosa, suci, dan berkecenderungan pada kebenaran. Namun seiring perjalanan kehidupannya membuat manusia tidak lagi demikian, melainkan penuh dosa dan tidak lagi suci karena terlalu mengikuti bisikan nafsunya. Idul Fitri menandai keberhasilan kaum muslimin dalam menambah kekuatan baterai rohaninya sehingga diharapkan bisa memanage nafsunya, bukan sebaliknya. Idul Fitri menunjukkan bahwa nafsu makan, minum, dan seks serta kesenangan jasmaniah lainnya ternyata bisa dikendalikan meski tuntutan jasmaniah sebagian manusia telah menjadikannya sebagai ‘tuhan’. Sebagian mereka, karenanya, telah menjadi budak nafsunya sendiri, jauh dari integritas, meski kadang tidak disadari. Dengan dipertajamnya rohani/nurani selama sebulan, dalam 11 bulan pasca-Idul Fitri manusia diharapkan mampu hidup mengikuti tuntutan fitrah manusia yang selalu mengajak pada kesucian dan ketaatan ketika nurani menjadi pusat bagi dirinya. Karena itu, Idul Fitri bisa diartikan menandai lahirnya manusia-manusia muslim berintegritas yang dalam bahasa al-Quran, manusia-manusia yang memiliki karakter takwa, seperti tercantum dalam QS al-Baqarah/2: 183.

Selesai pemberian ceramah motivasi untuk menguatkan integritas, acara dilanjutkan dengan saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan oleh seluruh Pejabat dan Pegawai dan diakhiri dengan makan hidangan ketupat bersama.

 

 

Tags

Apa Komentar Anda tentang Bea Cukai Kediri Jadikan Acara Halalbihalal Sebagai Momentum Untuk Memperkokoh Integritas


Leave a Comment