7 Langkah Mudah Agar Belanja Online Tidak Tertahan di Bea Cukai

Selamat siang sahabat PROXIMA, apa kabar hari ini? Tentunya kita berharap yang terbaik dari ya....

Oh ya ngomongin soal beli barang dari luar negeri, ada ga sih yang merasa takut, was was, atau bahkan merasa ribet duluan ketika ingin membeli barang dari luar negeri. Umumnya sih takut barangnya tertahan ataupun diminta membayar uang tebusan yang mahal untuk pengeluaran barang. Apakah memang demikian? Yuk simak penjelasan ini sebelum sahabat PROXIMA bingung atau bahkan berburuk sangka kepada Bea Cukai.

 

1. KENALI BARANG YANG AKAN DIBELI

Sebelum sahabat PROXIMA membeli barang dari luar negeri, ada baiknya melakukan riset kecil kecilan mengenai barang tersebut. Apakah sudah dijual di dalam negeri? Apa fungsi utama barang tersebut. Misalnya sahabat membeli perangkat kamera yang mempunyai kemampuan merekam, pastikan apakah barang tersebut merupakan perangkat video atau kamera. hal ini akan mempengaruhi besarnya bea masuk dan pajak impor yang sahabat bayar. Tentunya pembeli lah yang lebih mengetahui spesifikasi barang yang akan dibeli. Jangan lupa apabila perlu minta dokumen yang menyatakan kegunaan atau fungsi alat tersebut.

 

2. TELITI APAKAH BARANG YANG DIBELI TERKENA LARANGAN ATAU PEMBATASAN

Setelah mempelajari barang yang akan dibeli, langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah barang tersebut dilarang atau dibatasi untuk dibeli secara perorangan. Sebagai contoh produk kosmetik, obat dan pangan memerlukan ijin khusus dari BPOM untuk pengeluarannya. Banyak kasus pemasukan barang tersebut tanpa dilampiri ijin dari instansi terkait sehingga ditahan oleh bea cukai. Jadi sebelum membeli silakan buka halaman insw pada tautan berikut ini [INSW] untuk mengecek apakah barang tersebut dilarang atau dibatasi untuk dibeli secara bebas.

 

3. PILIH JASA PENGIRIMAN YANG AMAN DAN DAPAT DILACAK

Hal yang juga patut untuk dipertimbangkan adalah pemilihan jasa pengiriman. Pilihlah jasa pengiriman yang terpercaya dan mampu memberikan layanan yang baik dalam rangka proses pengiriman barang antar negara. Umumnya jasa pengiriman yang baik akan mempunyai halaman pelacakan yang mampu memberikan informasi terkait proses pengiriman barang. Jangan sampai tergiur pilihan bebas ongkos kirim namum ternyata jasa pengiriman tersebut tidak memiliki halaman pengecekan sehingga akan menimbulkan kesulitan baik penerima barang maupun Bea Cukai untuk melakukan pemeriksaan. Perlu diingat bahwa biaya pengiriman akan masuk kedalam komponen penghitungan pajak impor ya....

 

4. PELAJARI TATACARA PEMBAYARAN TAGIHAN BEA CUKAI

Banyak kasus penipuan yang mengatasnamakan bea cukai salah satunya dengan modus meminta sejumlah uang untuk melunasi tagihan bea cukai dengan cara transfer ke rekening pribadi. Harap abaikan informasi tersebut. Pembayaran Bea Masuk dan Pajak Impor dilakukan BUKAN ke rekening pribadi melainkan langsung ke kas negara dengan menggunakan dokumen SSPCP atau dokumen resmi lainnya melalui bank devisa persepsi. Selain itu komunikasi antara bea cukai dan penerima barang dilakukan dengan perantara perusahaan jasa kiriman yang digunakan (kembali lagi ke pentingnya memilih jasa pengiriman yang dapat dipercaya). Jadi apabila dihubungi oleh orang yang mengaku sebagai Bea Cukai dengan menggunakan nomor handphone yang meminta untuk mentransfer uang ke rekening pribadi sudah pasti PENIPUAN

 

5. SIMPAN BUKTI BAYAR

Adakalanya petugas Bea Cukai meragukan nilai barang yang tercantum didalam invoice, mengingat banyaknya modus "under value" yaitu menuliskan nilai barang jauh dibawah harga aslinya. Mengingat sistem penetapan nilai pabean untuk barang kiriman menggunakan metode official assesment (ditetapkan oleh petugas) maka petugas mempunyai hak untuk menggunakan data pembanding apabila nilai barnag tersebut diragukan atau petugas tidak mendapatkan dokumen terkait transaksi atas barang tersebut. Nah apabila barang ditetapkan lebih tinggi dari yang seharusnya, maka sahabat bisa melakukan keberatan dan meminta untuk ditetapkan ulang sepanjang tagihan BELUM dilunasi dengan menunjukkan bukti bayar. Tetapi apabila tagihan SUDAH dibayarkan maka pembeli dianggap menyetujui nilai tersebut dan upaya keberatan tidak dapat dilakukan

 

7. SIAPKAN NPWP

Bagian yang tidak kalah penting adalah NPWP. Tentu sebagai warga negara yang baik kita hendaknya mengikuti aturan yang berlaku, disisi lain pemerintah memberikan kemudahan dalam hal perpajakan salah satunya dengan "diskon" yang diberikan kepada pemilik NPWP. Perlu diketahui bahwa setiap pembelian dari luar negeri akan dikenakan PPh Pasal 22 Impor yang besarnya 15%. Tetapi apabila dapat menunjukkan NPWP maka akan diberikan potongan sebesar 50% jadi kita cukup membayar 7,5%, enak bukan? Nah tunggu apalagi, kalau sahabat sudah memenuhi syarat segera daftarkan untuk mendapatkan NPWP

 

Nah itulah hal hal yang perlu diperhatikan agar barang yang kita beli dari luar negeri tidak tertahan di Bea Cukai. Sayang banget kan kalau jauh jauh beli eh ternyata tidak bisa dimasukkan karena menyalahi aturan atau tidak dilengkapi ijin. Intinya urus segala ijin dan dokumen yang diperlukan sebelum membeli barang, dan jangan lupa bahwa barang yang anda beli dari luar negeri SELALU LEBIH  MURAH. Ada baiknya kita gunakan produk lokal sebagai bentuk cinta terhadap Indonesia

Apa Komentar Anda tentang 7 Langkah Mudah Agar Belanja Online Tidak Tertahan Di Bea Cukai


Jono

06 Maret 2017

Mantap pak infonya.....thanks.

Administrator

06 Maret 2017

sama sama, semoga artikel ini bermanfaat

Leave a Comment